Workshop Distrik: Menyiapkan 30 Perpustakaan Ramah Anak Berbasis Digital

  • Article/News
  • 23 September 2019
  • Enda Hidayat - Literacy Development Program
Workshop Distrik: Menyiapkan 30 Perpustakaan Ramah Anak Berbasis Digital

Sebanyak 117 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan pustakawan dari 30 sekolah mengikuti rangkaian workshop distrik pengelolaan dan jam kunjung perpustakaan ramah anak berbasis digital yang berlangsung pada Juli - September 2019. Mutiara Rindang di Sidoarjo, Yayayasan Literasi Anak Indonesia di Bali, dan Taman Bacaan Pelangi di Ende menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan ini. Rangkaian workshop ini merupakan tindak lanjut workshop Training of Trainer (ToT) yang sebelumnya diadakan oleh Room to Read dan ProVisi Education di Sanur, Bali. 

(Salah seorang peserta mempresentasikan denah perpustakaan ramah anak yang akan digunakan di sekolahnya)

ProVisi Education menjadi saksi betapa antusiasnya peserta dalam menikmati materi yang disuguhkan para fasilitator. “Workshopnya tidak membosankan dan fasilitator yang terampil menyampaikan materi membuat saya senang dan juga mengerti’’, ujar Ibu Yustina – kepala sekolah SDK Paupire. Pengelolaan fitur dan tanggung jawab di perpustakaan ramah anak menjadi menu utama yang harus peserta kuasai sebagai landasan pengembangan di sekolah. Dari membuat denah, inventarisasi buku berjenjang, pemajangan buku sampai ke prosedur peminjaman buku pun dikupas tuntas melalui diskusi aktif dan praktik. 

(Menggunakan media salindia fasilitator memandu perserta dalam membuat akun Literacy Cloud)

Selanjutnya, dipandu fasilitator peserta diajak menjelajah fitur pelantar daring Literacy Cloud. ‘‘Literacy Cloud adalah platform yang sesuai dengan era kita, saat segala hal sudah berbasis teknologi di mana kita mencari informasi tidak selalu harus dari buku. Seperti Literacy Cloud yang menyediakan banyak buku cerita anak yang dapat diakses di mana pun dan kapan pun’’, ungkap Ibu Anita Mutmainah – Guru SDN Pepelegi. Perangkat pendukung, surel dan jaringan internet menjadi prasyarat pada sesi ini. Melalui ponsel pintar dan juga laptop peserta mengikuti langkah demi langkah membuat akun, membaca buku, menonton video dengan mengikuti salindia dan intruksi fasilitator. Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk praktik menggunakan Google Chromecast yang dapat digunakan untuk menghubungkan ponsel pintar dan laptop ke proyektor tanpa kabel.

(Fasilitator mengenalkan perangkat Google Chromecast untuk mendukung kegiatan membaca menggunakan Literacy Cloud)


Setelah perpustakaan di sekolah ditata, guru-guru kembali diundang mengikuti workshop yang secara khusus membahas kegiatan jam kunjung perpustakaan. Membaca Lantang, Membaca Bersama, Membaca Berpasangan, serta Membaca Mandiri merupakan kegiatan menyenangkan yang dapat dilakukan guru bersama muridnya saat kunjungan rutin perpustakaan. Observasi, praktik, dan umpan balik membuat para peserta tidak sekedar tahu tapi juga merasakan langsung bagaimana melakukan empat kegiatan membaca yang menarik dan menyenangkan bersama anak-anak. Praktik kegiatan membaca bersama siswa di salah satu sekolah menjadi tahap pemantapan guru-guru. Ibu Susiati – Guru SDN Janti 1 menambahkan, “Saya masih merasa gagal bagaimana cara membaca yang baik untuk diaplikasikan kepada anak-anak, sekarang saya menemukan empat kegiatan membaca yang sangat menarik untuk dilakukan bersama mereka”.

(Praktik membaca lantang bersama siswa di salah satu sekolah proyek)

Dengan menggunakan Pelantar Literacy Cloud dan dukungan mitra perpustakaan peserta akan menularkan semua materi workshop kepada guru-guru lain melalui orientasi. Kegiatan ini bertujuan agar semua warga sekolah dapat memahami dan bekerja sama dalam menjalankan semua fitur dan kegiatan perpustakaan ramah anak berbasis digital, guna tumbuhnya kebiasaan membaca dikalangan anak-anak.

(Berfoto bersama seluruh peserta dan fasilitator dari ProVisi Education)