Sesi Penutup Penuh Inspirasi, Mari Terus Berkolaborasi!

  • Article/News
  • 20 April 2020
  • Rika Yudani - Project Officer of Room to Read Division
Sesi Penutup Penuh Inspirasi, Mari Terus Berkolaborasi!

Seminar Nasional Literacy Nasional – Series 5

Sedih dan khawatir. Demikian yang dirasakan oleh Ibu Yuanita bertahun lalu, saat mengetahui Vino, putranya, mengalami permasalahan tumbuh kembang. Ia berbagi kisah di sesi kelima Seminar Nasional tentang Kegiatan Membaca untuk Sekolah Dasar pada 19 Maret 2020 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sesi bertema “Mendukung Kebiasaan Membaca di Rumah” ini merupakan sesi penutup dari serangkaian sesi yang telah dilaksanakan sejak 4 Maret 2020 lalu.

Melalui konferensi video, Ibu Yuanita bercerita tentang terapi-terapi yang telah dijalani oleh Vino sejak kecil. Ia pun mengikutsertakan Vino ke sekolah agar dapat belajar berinteraksi. Harapannya, interaksi dan komunikasi dengan anak-anak lain akan mampu mendorong perkembangan Vino. Namun, ternyata, hasilnya belum terlihat signifikan.

Hingga akhirnya, Vino masuk ke SDN Pepelegi 1, Sidoarjo. Saat itulah Fina merasakan perubahan besar. “Dari sejak masuk SDN ini hingga kini sudah kelas 3, perkembangan Vino sangat pesat,” ungkapnya. “Kini, ia sudah lancar membaca dan bercerita.”

Perkembangan Vino terjadi berkat dukungan kuat pihak sekolah dan guru, terutama wali kelas Vino, Ibu Fina. Secara teratur, Ibu Fina memberikan informasi dan dorongan kepada Yuanita. “Waktu saya sampaikan kondisi Vino, Ibu Fina menyarankan untuk melakukan kegiatan membaca bersama Vino. Dan ternyata, kegiatan itu sangat berpengaruh positif pada Vino,” lanjut Ibu Yuanita.

Di sisi lain, menurut Ibu Yuanita, keberadaan perpustakaan ramah anak, Perpustakaan Mutiara Rindang, yang menjadi bagian dari SDN Pepelegi 1, juga memiliki peran penting. Dahulu, Vino merasa enggan dan terpaksa saat diajak membaca. “Wajahnya tampak ingin menangis waktu saya dorong untuk membaca,” cerita Ibu Yuanita sambil tertawa. “Kini, ia bahkan yang berinisiatif. Jika melihat saya senggang, ia lah yang mengajak saya membaca setumpuk buku yang dipinjamnya dari perpustakaan.”

Yang lebih penting, Ibu Yuanita menyampaikan, berkat dukungan sekolah dan guru, ia jadi memahami bahwa dukungan orang tua berperan besar dalam perkembangan anak. Dari guru, ia belajar untuk membersamai anak di rumah.

Ibu Fina mengamini bahwa keterlibatan orang tua menjadi penentu dari keberhasilan anak. Di SDN Pepelegi 1, para orang tua pun terlibat aktif dalam aktivitas membaca anak. Secara gotong royong, mereka menyediakan tenaga dan prasarana untuk membuat Perpustakaan Mutiara Rindang lebih nyaman dan bermanfaat bagi anak.

Komunikasi antara orang tua dan guru adalah kunci,” kata Ibu Fina. “Baik orang tua maupun guru saling berbagi informasi tentang perkembangan anak serta pengajaran yang telah dijalankan, baik di rumah maupun di sekolah.”

Secara khusus, Ibu Fina pun berbagi dengan orang tua tentang kegiatan membaca bersama anak. Ia berbagi tips untuk membuat anak merasa nyaman, memilih buku anak yang sesuai jenjang anak, serta membacakan buku yang menarik.

Kepala Sekolah SDN Pepelegi 1, Bambang Guridno, S.Pd., M.Pd, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung kebiasaan membaca anak. Orang tua merupakan salah satu unsur pendukung pilar pendidikan, selain sekolah dan masyarakat. “Orang tua jelas harus hadir bersama kami. Keterlibatan orang tua menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya. “Di sekolah kami, para orang tua juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan di perpustakaan. Selain itu, ilmu yang kami dapatkan dari Room to Read, kami bagikan lagi kepada orang tua. Dengan demikian, orang tua pun semakin tertarik.”

Setelah para narasumber berbagi cerita dan pengalaman, kini giliran para peserta. Secara bergantian, melalui video konferensi, mereka menyimpulkan wawasan yang mereka dapatkan dari sesi ini. SDN Giwangan Yogyakarta, SDN 2 Palam Banjarbaru Kalimantan Selatan, dan SDN Aren Jaya 18 Bekasi mengungkapkan bahwa orang tua perlu aktif terlibat dan mendampingi kegiatan membaca anak. Mereka sepakat, dengan pendampingan orang tua, anak akan menjadi bersemangat membaca dan lebih percaya diri.

Menjelang berakhirnya sesi, Bapak Dr. Ir. Eko Warisdiono, MM, Koordinator Fungsi Penilaian Direktorat Sekolah Dasar, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Seminar Nasional secara daring ini yang disebutnya unik, inovatif, dan merupakan bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.

Kita bersama telah melakukan berbagai strategi dan cara dan mengerahkan beragam sumber daya untuk meningkatkan kompetensi membaca anak. Kita ingin agar anak-anak tumbuh menjadi insan yang gemar membaca. Dan apa yang telah dilakukan oleh Room to Read ini merupakan salah satu langkah yang sejalan dengan dari upaya kita. Dengan demikian, Room to Read telah menjadi organisasi penggerak yang mendukung pendidikan,” katanya.

Bapak Eko Warisdiono menambahkan, “Kini saatnya kalian, para peserta, yang bergerak. Kalian kini berperan sebagai Kepala Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, dan Sekolah Penggerak, untuk menggetarkan sekolah-sekolah lain. Jangan berhenti, terapkan dan praktikkan ilmu yang diperoleh dari Seminar ini.”

Setelah sesi berakhir, Bapak Budi dari SDN 2 Loktabat Selatan, Banjarbaru, Kalimantan mengungkapkan kegembiraannya atas pelaksanaan Seminar Nasional. “Harapannya, di masa mendatang, akan ada lagi Seminar sejenis agar lebih mengoptimalisasikan program literasi,” ungkapnya. “Program seperti ini sangat baik, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi di dunia pendidikan, seperti yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.”

Ia pun bersiap untuk menyebarkan info tentang literacycloud.org kepada rekan guru dan tenaga kependidikan lainnya. Wah, niat yang mulia sekali!

Selamat mengobarkan inspirasi, selamat berkolaborasi, para guru!

Salam Literasi!