Seru, Kenal Lebih Dekat dengan Literacy Cloud!

  • Photo
  • 25 March 2020
  • Rika Yudani - Project Officer of Room to Read Division

Seminar Nasional Literacy Cloud – Series 1

Penuh kegembiraan. Begitulah suasana Seminar Nasional tentang Kegiatan Membaca untuk Sekolah Dasar yang diselenggarakan melalui video konferensi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 4-5 Maret 2020. Meskipun hanya bertatap muka secara daring, para peserta tetap antusias berpartisipasi; aktif bertanya melalui chat maupun menjawab pertanyaan melalui fitur suara atau video.

Saat sesi seminar dibuka oleh para pemateri, Sabrina Esther Sarmili, S.Pd. (Koordinator Program Perpustakaan, Provisi Education) dan Enda Hidayat, S.Pd (Koordinator Program Penerbitan dan Teknologi Informasi, Provisi Education), peserta berebutan mengangkat tangan melalui aplikasi Webex. Kegembiraan tampak saat suara mereka terdengar atau saat wajah mereka tampil di layar, yang artinya, mereka bisa turut menyapa rekan-rekan satu profesi di seluruh Indonesia.

Seminar Nasional Kegiatan Membaca ini merupakan kolaborasi Room to Read, Google.org, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Provisi Education, untuk mendukung peningkatan kapasitas profesional guru dalam mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak. Dalam Seminar ini, selain menghadirkan berbagai paparan materi terkait kegiatan membaca, pemateri juga memperkenalkan literacycloud.org, pelantar digital yang mendukung kegiatan membaca dan pengembangan literasi nasional.

Sebelumnya, literacycloud.org telah diluncurkan di sekolah-sekolah di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Melalui pelaksanaan Seminar Nasional ini, sekolah-sekolah di wilayah lain di seluruh Indonesia diharapkan mulai ikut mengenal dan memetik manfaat dari pelantar digital ini.

Seminar ini mengundang sekolah dasar dari 97 kota di seluruh Indonesia, yang masing-masing mengirimkan setidaknya perwakilan kepala sekolah dan dua guru. Materi pertama Pengantar Literacy Cloud untuk Sekolah Dasar menjadi perkenalan sekaligus sesi pembuka dari total lima sesi yang akan diselenggarakan selama 3 minggu berturut-turut sepanjang bulan Maret 2020. 
Melalui literacycloud.org, para guru di seluruh Indonesia diharapkan akan memiliki rujukan untuk menjalankan kegiatan membaca efektif bersama anak-anak. Keberadaan literacycloud.org menjembatani keterbatasan jarak dan akses buku cetak yang selama ini masih dihadapi oleh sebagian sekolah. Literacycloud.org mampu menyediakan akses terhadap buku anak yang dapat dimiliki oleh siapa saja, kapan pun dan di mana pun. 

Keberadaan literacycloud.org juga mendukung pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, untuk memprioritaskan pengembangan teknologi dan digitalisasi dalam berbagai kebutuhan sehari-hari di Indonesia, termasuk pendidikan. Bapak Dr. Ir. Eko Warisdiono, MM, Koordinator Fungsi Penilaian Direktorat Sekolah Dasar, dalam sambutan pembukanya, mengungkapkan bahwa Seminar Nasional ini sejalan dengan komitmen dan upaya jangka panjang Pemerintah untuk meningkatkan kompetensi literasi siswa di seluruh Indonesia. Di masa mendatang, kompetensi literasi direncanakan akan menjadi salah satu tolok ukur penilaian kemampuan siswa di sekolah.

Seiring dengan berjalannya sesi pertama ini, para peserta semakin memahami dan mengenal literacycloud.org. Secara runut, para pemateri menjelaskan apakah literacycloud.org, apa manfaatnya bagi tenaga pendidik, konten-konten yang tersedia, cara mengakses serta cara membuat akun pribadi. Selain itu, video-video pendukung juga diputar, untuk menyamakan persepsi dan memperkuat pesan yang disampaikan.

Sesi pertama mendorong peserta mengenal lebih dalam pelantar literacycloud.org yang berfungsi seperti perpustakaan digital, namun dengan konten yang lebih lengkap. Para guru mempelajari beragam fitur yang tersedia di literacycloud; bagaimana menemukan dan menyimpan secara daring buku-buku berkualitas tinggi, menyusun daftar buku sesuai kebutuhan, mendapatkan inspirasi dari video-video kegiatan membaca, serta menemukan buku cerita berdasarkan kurikulum tematik.

Wan Kasma Wati, salah guru dari  SDN 006 Sekupang, Riau mengungkapkan kegembiraannya atas keberadaan literacy cloud. “Senang sekali, buku-buku bagus bisa saya dapatkan untuk diperlihatkan kepada guru-guru lain dan siswa. Saya merasa bahagia sekali bisa membaca buku elektronik yang gambarnya sangat bagus, isi ceritanya bagus dan sangat mendidik.”

Ia mengungkapkan, setelah mengikuti sesi pertama, literacycloud.org disosialisasikan kepada seluruh guru di sekolahnya. Setiap hari, mereka telah menggunakan literacycloud.org sebagai media kegiatan membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar. Dan, seluruh guru juga akan diajak turut serta untuk mengikuti sesi-sesi lain berikutnya.

Wah, menarik sekali mendengar semangat mereka! Tidak sabar untuk menanti sesi kedua selanjutnya!