Pusat Pembelajaran Arus Sawit: Sekolah Ke-4 di Sabah

  • Article/News
  • 12 October 2012
  • Kathryn Rivai, Senior Consultant
Pusat Pembelajaran Arus Sawit: Sekolah Ke-4 di Sabah

Sekolah Etania di Sabah-Malaysia menyambut sekolah baru bagi anak-anak buruh/migrant dari Indonesia pada tanggal 1 September 2012 yang lalu. Ini berarti sudah ada 4 Sekolah yang dibina oleh ProVisi Education bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja sebagai buruh di Sabah, Malaysia.

Pusat Pembelajaran ini berlokasi di Kabupaten Beluran – Sabah, di daerah perkebunan kelapa sawit yang bernama Arus Sawit. Terdapat 2 guru disana yang mampu mengelola sekolah dengan baik dan perkembangannya sangat pesat dikarenakan keinginan anak-anak yang kuat untuk belajar.

Usia anak-anak di Sekolah baru ini berkisar antara 5 – 19 tahun dan mereka semua buta huruf atau minim literasi ketika awal masuk sekolah. Sekolah baru ini beruntung dapat di support oleh perusahaan kelapa sawit “Arus Sawit” yang telah menyediakan satu ruangan sekolah beserta semua peralatan belajar mengajar yang diperlukan untuk memulai sekolah.

Terdapat 2 sesi kelas untuk mengatasi jumlah anak yang ingin belajar. Anak-anak yang lebih muda belajar di pagi hari, sedangkan anak-anak yang lebih tua masuk sekolah pada pukul 13.00 hingga pukul 17.00, hal itu dikarenakan siswa yang lebih tua biasanya membantu orangtua untuk bekerja di perkebunan.

Komunitas orangtua juga sangat mendukung. Sudah lama mereka menginginkan terdapat sebuah sekolah bagi anak-anak mereka sehingga anak-anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, dan sekarang mimpi mereka menjadi kenyataan sehingga para orangtua pun selalu mendukung sekolah melalui banyak cara.

Kurikulum Nasional sedang ditahan dulu untuk sementara waktu sampai anak-anak memperoleh kemampuan membaca dan menulis di sekolah. Para guru mengalokasikan waktu selama 3 bulan penuh untuk membantu anak-anak memperoleh kemampuan-kemampuan tersebut sebelum memulai memberikan silabus tetap. Jadi dalam waktu beberapa bulan ini, para guru dan murid secara intensif akan melakukan program belajar membaca dan menulis dulu. Anak-anak belajar membaca dengan menggunakan buku-buku terbitan ProVisi Education yaitu buku skema membaca Tiki Dan Kara. Para murid kelas 2 akan segera melakukan tugas studi lapangan mereka yang pertama kalinya, yaitu membuat laporan dan menggambar arus proses (flowchart) mengenai proses produksi minyak kelapa sawit dengan didukung penuh oleh staff dari perusahaan Arus Sawit.

Meskipun anak-anak ini sangat terisolasi di perkebunan, para guru dan pembina berencana untuk mengajak mereka mengunjungi Sekolah Etania lainnya sehingga mereka dapat bertemu dengan teman-teman lainnya yang memiliki kondisi dan situasi yang sama serta dapat memiliki pengalaman-pengalaman baru. Rencana ekspedisi yang pertama pada bulan Desember 2012 nanti ke Kota Kinabalu untuk mengikuti Festival Permainan (Games Festival) yang diperuntukkan bagi Sekolah-sekolah Etania.