Manfaat dan Keberlangsungan Perpustakaan Ramah Anak

  • Article/News
  • 02 November 2018
  • Enda Hidayat - Literacy Development Program
Manfaat dan Keberlangsungan Perpustakaan Ramah Anak

Setelah Bali dan Ende, Sidoarjo menjadi tujuan akhir rangkaian support visit Room to Read dan ProVisi Education. Kunjungan ke sekolah-sekolah siklus 2 ini merupakan bentuk dukungan dan pendampingan mitra perpustakaan, ProVisi Education, dan Room to Read. Bersama Mutiara Rindang selama 1-3 Oktober 2018, kami menargetkan enam sekolah untuk dikunjungi.

Enam puluh menit dialokasikan untuk berbagi cerita di setiap sekolah tentang dampak perpustakaan ramah anak yang sudah diresmikan delapan bulan lalu. Menurut kepala SDN Kemantren, “Pengaruh perpustakaan ramah anak ini sangat besar. Anak kelas 1, pada jam kunjung perpustakaan sangat senang berada di perpustakaan. Tapi saat jam kunjung berakhir, mereka tidak mau kembali ke kelasnya.”

Seorang guru SDN Tambak Kalisogo 2 menambahkan, “Anak-anak semakin sering membaca buku di perpustakaan sehingga keterampilan membacanya lebih baik dan lancar.” Selain itu, “Perpustakaan juga digunakan sekolah sebagai media promosi ke taman kanak-kanak di Kecamatan Jabon, sehingga ada peningkatan jumlah siswa baru yang mendaftar,” ungkap Kepala SDN Jemirahan.


(Dr. Tirto Adi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo (sebelah kanan), turut mendampingi dan memberikan motivasi kepada guru-guru di SDN Jemirahan)

Seiring dengan manfaat-manfaat yang didapatkan, besar harapan sekolah agar keberlangsungan program ini tetap terjaga. Dukungan dari mitra perpustakaan dan dinas terkait sangat dibutuhkan. Sekolah juga menyadari bahwa keberlangsungan perpustakaan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk di dalamnya orang tua siswa. Mengundang orang tua saat sosialisasi program menjadi tahap awal upaya pelibatan orang tua. Selanjutnya, orang tua diajak untuk berkunjung ke perpustakaan. “Guru dapat mengundang orang tua untuk hadir dan mengikuti kegiatan membaca bersama anak-anak. Ini adalah salah satu upaya yang bagus untuk mengenalkan kegiatan di perpustakaan,” tambah David Strawbridge - Room to Read. 



(Sundari – guru SDN Kemantren (kedua dari kiri), mempromosikan perpustakaan ramah anak melalui website sekolah)

Dengan memahami apa itu perpustakaan ramah anak dan juga manfaatnya, diharapkan dapat memupuk rasa memiliki dari sekolah dan juga orang tua. Sehingga muncul komitmen bersama serta dukungan dari dinas terkait untuk keberlangsungan perpustakaan ramah anak.