Aku Ingin Hidupku Bangkit

Aku Ingin Hidupku Bangkit

Suasana haru mulai terasa ketika seorang Mentor atau  pemimpin acara menceritakan suatu kisah mengenai kehidupan. Ada yang menangis, ada yang masih terisak, ada yang diam sambil terus menatap lantai dibawahnya, tetapi ada juga yang tanpa ekspresi menatap mata sang Mentor. Mungkin apa yang dipikirkan anak itu jauh lebih rumit dibanding dengan penuturan-penuturan si Mentor tentang kerasnya kehidupan.

Renungan Malam ialah salah satu kegiatan yang dilakukan di Student Camp yang berhubungan dengan perkembangan mental maupun sharing pengalaman hidup dari anak-anak peserta program ini.  Banyak hal maupun kondisi kehidupan anak-anak yang perlu menjadi perhatian tidak hanya menyangkut bagaimana pola belajar mereka ketika berada dalam lingkungan sekolah, tetapi bagaimana kondisi mental atau karakter mereka ketika pulang ke rumah atau ketika bergaul dengan lingkungan sekitar tempat tinggalnya, mengingat rumah dan lingkungan sekitar ialah tempat dimana anak-anak menghabiskan waktu paling banyak selain di sekolah.

Dalam kegiatan ini, diketahui selanjutnya bagaimana sesungguhnya hubungan mereka dengan keluarga khususnya orangtua, bagaimana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mereka alami, sampai pada bagaimana anak-anak ini memaknai hubungan mereka dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Dan suasana Renungan Malam kembali menjadi sedikit netral ketika sang Mentor mencoba untuk menggali lebih dalam lagi perasaan anak-anak melalui apa-apa saja yang mereka inginkan dalam hidup mereka kedepannya. Dan jawaban yang anak-anak berikan ialah, ketika mereka dewasa nanti, mereka ingin punya hidup yang jauh lebih baik dari hari ini. Mereka ingin bangkit dari keterpurukan. Mereka ingin bangkit dari segala sesuatu yang menghalangi impian itu. Dan anak-anak ini….Kuat.

(Lihat tulisan, “Perjuangan Hidup Melalui Student Camp”)