Dari Lapangan

Mewarnai Cerita di Bawah Hangatnya Yogyakarta

  • Article 3

Tanggal Posting: 8 Januari 2018 | Penulis: Muharram dan Chatarina Th

Yogyakarta kembali menjadi tempat para peserta 5-Hari Workshop Ilustrator Room to Read mewarnai cerita dalam proyek “Scaling Quality Learning for Children: Developing a Habit of Reading with Partners in Indonesia” Fase II Siklus II. Sebanyak 24 ilustrator terpilih diterbangkan ke The West Lake Resort and Resto, Sleman Yogyakarta untuk mengikuti workshop pada 25-29 Oktober 2017.

[Kanan] Pengenalan lebih dalam tentang Room to Read dan [kiri] pengenalan tentang buku cerita anak dari Riama

Seperti dua workshop ilustrator terdahulu, para peserta mendapatkan pengenalan lebih dalam mengenai proyek Room to Read di Indonesia bersama ProVisi Education dan mitra penerbit yang bekerja sama dalam siklus ini: YLAI, Pelangi Mizan, Puspaswara, dan BIP. Pengenalan tentang buku cerita bergambar pun disampaikan oleh Riama Maslan Sihombing, fasilitator yang aktif mengajar sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung.

Salah satu peserta merancang studi karakter

Dua minggu menjelang workshop, semua peserta sudah mengetahui cerita yang akan diilustrasikan sehingga mereka dapat mencuri start untuk melakukan studi karakter. Keseluruh cerita kemudian didiskusikan kembali dalam konferensi terbuka agar semua peserta mendapatkan gambaran dan feedback dari para fasilitator dan peserta lain. Materi yang diberikan pada hari pertama terdiri dari pengenalan karakter dan praktik pembuatan karakter tiga dimensi dengan media clay yang disampaikan salah satu narasumber bidang ilustrasi, Gina.

Praktik pembuatan karakter tiga dimensi, mulai dari studi karakter hingga menggunakan media clay

Hasil karakterisasi tiga dimensi

Workshop dilanjutkan selama empat hari berikutnya dengan kegiatan gallery walk secara berkala. Seluruh peserta didampingi fasilitator dan penerbit memberikan masukan pada masing-masing karya yang telah dibuat untuk pengembangan ilustrasi buku. Selain gallery walk, materi seperti storyboard kasar dan detail, genre dan adaptasi cerita rakyat, perangkat narasi, pembagian teks, dan penjenjangan buku juga disampaikan kepada peserta sebagai tambahan referensi. Menjelang akhir workshop, peserta juga mendapatkan materi tentang pembuatan sampul dan aplikasi warna dalam ilustrasi. Para ilustator diharapkan memiliki gambaran storyboard, detail spread, dan sampul untuk masing-masing naskahnya ketika workshop selesai.

Gallery walk yang dilakukan secara berkala

[kanan] Presentasi karakter dan [kiri] presentasi storyboard

Melalui workshop ini, terpilihlah 19 ilustrator untuk terlibat langsung dalam pengembangan 20 naskah Fase II Siklus II. Kesembilan belas ilustrator tersebut mengikuti mentoring bersama Room to Read, ProVisi Education, dan penerbit masing-masing pada 16-28 November 2017, yang berlokasi di Bandung untuk Pelangi Mizan dan YLAI, dan Jakarta untuk Penerbit BIP dan Puspaswara.

Mentoring bersama Puspaswara di Jakarta

 

Hasil mentoring dapat digunakan ilustrator untuk mengembangkan karyanya sebelum dilakukan proses pengembangan buku tahap berikutnya, yaitu field testing, yang akan dilaksanakan pada awal akhir Januari hingga Februari 2018.

[kanan] Salah satu presentasi halaman spread yang sudah diwarnai dan [kiri] pembagian sertifikat kepada peserta dari Alfredo Santos, Manager QRM Room to Read Southeast Asia

Seluruh peserta, editor, desainer, Room to Read, dan Provisi Education berfoto bersama pada akhir acara

Bagikan Postingan Ini

ProVisi Education

ProVisi Education adalah konsultan peningkatan mutu pendidikan dan mitra pelaksana bagi lembaga dan perusahaan dalam mengimplementasikan program-program pengembangan pendidikan. Kami membantu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga swadaya masyarakat (NGO), dinas pendidikan, dan sekolah,…
Selengkapnya