Dari Lapangan

Menulis Untuk Indonesia

  • Article 3

Tanggal Posting: 13 Oktober 2017 | Penulis: Moemoe Rizal - Literacy Development Program


[Pembukaan workshop penulis dengan tema merah putih]

Yogyakarta menjadi destinasi baru pelaksanaan Workshop Penulis Room to Read Fase II dalam proyek Scaling Quality Learning for Children: Developing a Habit of Reading with Partners in Indonesia. Sebanyak 24 penulis dari seluruh Indonesia diterbangkan ke Griya Persada Convention Hotel and Resort di Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.


[Peserta menuliskan ekspektasi pada workshop ]

[berbagi pengalaman beserta rekan satu grup]

Para penulis dipilih berdasarkan diskusi antara penerbit, Room to Read, dan ProVisi Education. Dari 178 penulis yang mendaftar, 24 aplikasi dinyatakan lolos dan didistribusikan langsung ke empat penerbit yang terlibat dalam Fase II Siklus II, yaitu: YLAI, Pelangi Mizan, Puspaswara, dan BIP. Editor dan desainer masing-masing penerbit pun diterbangkan untuk menghadiri workshop dan melakukan mentoring langsung bersama para penulis.


[Perkenalan penulis antara penerbit]

[mentoring langsung cari fasilitator, editor, dan desainer]

Workshop dimulai pada tanggal 18 Agustus 2017 dengan materi tentang Pembaca Sasaran, Penjenjangan Buku, Elemen Cerita, hingga Karakter Tiga Dimensi. Para peserta yang mengenakan setelan bernuansa merah putih juga melakukan praktik membuat cerita berdasarkan karakter. Sebanyak enam peserta mempresentasikan karya mereka di tengah forum untuk mendapatkan masukan dari editor-editor penerbit, rekan-rekan peserta, hingga Alfredo Santos, QRM Manager dari Room to Read Asia Tenggara. 


[Fasilitator memberikan materi tentang Pembaca Sasaran] 

[Alfredo Santos dari Room to Read memberikan contoh buku-buku Room to Read di luar Indonesia]

Selama empat hari workshop, para peserta mengikuti kegiatan pelatihan mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Materi-materi penting seperti Perangkat Narasi dan Revisi Naskah juga disampaikan oleh fasilitator sebagai referensi penulis dalam proses pengembangan naskahnya. Sama seperti siklus sebelumnya, para peserta juga mendapatkan materi tentang pengadaptasian cerita rakyat ke dalam buku cerita anak dari Dina Amalia Susanto, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud. Tindak lanjut dari materi pengadaptasian cerita rakyat adalah penulis berkesempatan menulis cerita anak berdasarkan cerita rakyat Indonesia pilihan yang sebelumnya telah disusun dan disiapkan oleh ProVisi Education.


[Dina Amalia memberikan materi tentang konvensi cerita rakyat Indonesia] 

[Fanny Santoso berbagi pengalaman sebagai penulis maupun ilustrator cerita rakyat (Sahabat Kecil Putri Pandan Berduri) dari Siklus I.]

Selain menulis berdasarkan karakter dan cerita rakyat, para peserta juga diberikan berbagai tema unik untuk dituangkan ke dalam bentuk cerita anak. Beberapa contoh cerita yang diambil adalah anak jalanan, anak-anak yang tinggal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), disabilitas, perbedaan kepercayaan, alat musik tradisional, hingga disleksia. Melalui tema-tema yang tidak lazim ini penulis diharapkan dapat melahirkan bahan bacaan yang tetap ramah anak, tetapi mengandung nilai-nilai kearifan yang dalam.


[Beberapa contoh tema yang dapat dipilih penulis] 

[salah seorang peserta sedang mempresentasikan tema “bersahabat dengan yang berbeda agama”.]

Hingga hari terakhir penyelenggaran workshop penulis, 21 Agustus 2017 ke-24 penulis telah melakukan presentasi, diskusi terbuka, revisi, hingga mentoring bersama penerbit dan Room to Read. Pada hari kelima rangkaian acara, mitra penerbit, Room to Read, dan ProVisi Education menentukan 24 naskah yang akan dikembangkan ke tahap berikutnya, yaitu Workshop Ilustrator.
Namun, sebelum naskah-naskah tersebut dipetakan dalam ilustrasi, sebanyak 20 penulis melakukan mentoring secara langsung bersama editor dan desainer dari mitra penerbit, Room to Read, dan juga ProVisi Education pada 6-14 September 2017. Bertempat di Bandung dan Tangerang, para penulis duduk bersama untuk mendiskusikan pengembangan naskah cerita anak masing-masing. Melalui hasil diskusi, selanjutnya penulis akan mengembangkan naskah sehingga siap diilustrasikan oleh peserta Workshop Ilustrator pada 25-29 Oktober 2017, di Yogyakarta.


[Para peserta berfoto bersama pada akhir acara]

Beberapa foto permainan yang dilakukan peserta pada sela-sela pemberian materi:



Bagikan Postingan Ini

ProVisi Education

ProVisi Education adalah konsultan peningkatan mutu pendidikan dan mitra pelaksana bagi lembaga dan perusahaan dalam mengimplementasikan program-program pengembangan pendidikan. Kami membantu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga swadaya masyarakat (NGO), dinas pendidikan, dan sekolah,…
Selengkapnya