Dari Lapangan

Mengulas Proses Setahun Lampau

  • Article 3

Tanggal Posting: 10 Juli 2017 | Penulis: Chatarina Th dan Muharram R

Proyek kerja sama Room to Read dan ProVisi Education Fase II, Siklus I bertitel “Scaling Quality Learning for Children: Developing a Habit of Reading with Partners in Indonesia” hampir memasuki tahap akhir. Setelah 20 judul buku sukses diluncurkan dalam kegiatan Asian Festival of Children’s Content (AFCC) di Singapura Mei 2017 lalu, seluruh buku siap untuk dicetak masal Juni-Agustus 2017 ini.

Kembali tim inti mitra penerbit—Litara, YLAI, Kanisius, Mizan, dan Bestari—berkumpul dalam kegiatan Reflection Workshop yang diadakan di Mercure Serpong Alam Sutera Tangerang pada 6-7 Juni 2017.  Workshop ini bertujuan untuk mengulas dan merefleksikan serangkaian proses pengembangan buku cerita anak yang telah dilalui, baik keberhasilan, tantangan, dan pembelajaran guna meningkatkan proses dan strategi pengembangan buku cerita anak Siklus II dan III yang akan segera dimulai.     

Peserta workshop dari Kanisius Yogyakarta

Peserta workshop melakukan ice-breaking di sela-sela sesi

Workshop diawali dengan mengulas proses pengembangan buku sejak Fase II Siklus Pertama dimulai. Seluruh rangkaian kegiatan dibahas satu per satu sebagai pengingat peserta akan tahap-tahap yang sudah dilalui, mulai dari Book Development Skills Workshop hingga Book Printing

Diskusi bersama Penerbit Bestari

Diskusi bersama YLAI

Kerangka evaluasi pun dirumuskan secara detail oleh Alfredo Santos, Manajer Quality Reading Materials Room to Read Asia Tenggara, untuk mengarahkan mitra penerbit dalam membuat catatan refleksi. Mitra penerbit diminta untuk mengevaluasi tiga hal yakni keseluruhan pengembangan isi (mulai dari pengarahan buku, penulisan teks, pengilustrasian cerita, penyuntingan baris, pengarahan ilustrasi, uji lapangan, hingga penyuntingan naskah), kualitas estetika (mulai dari konsep dan tema cerita, penulisan teks, mentoring penulis dan ilustrator, hingga mengulas elemen cerita, ilustrasi, desain dan tata letak, serta penggunaan bahasa), dan yang terakhir proses dan organisasi dalam pembuatan buku cerita anak (mulai dari bagaimana mengelola tim, sumber daya, dan waktu, memilih penulis dan ilustrator, mengelola prosedur dengan peran dan fungsi yang jelas, hingga membangun hubungan yang profesional dan berkomunikasi antara tim dengan penulis dan ilustrator)  

Peserta dari Litara dan Gina (Fasilitator Workshop Illustrator) merumuskan kerangka evaluasi

Presentasi penerbit dilakukan pada workshop hari kedua, 7 Juni 2017, dimulai dari Penerbit Kanisius, diikuti oleh Penerbit Mizan, Penerbit Bestari, Litara, dan diakhiri oleh YLAI. Dari hasil presentasi, beberapa hal dapat dirumuskan secara umum, seperti: efisiensi proses mentoring, perlakuan khusus kepada beberapa penulis dan ilustrator, adaptasi cerita rakyat, urgensi mentoring final bersama editor dan desainer, dan lain sebagainya. 

Salah satu perwakilan mitra penerbit Litara memberikan presentasi

Dari hasil presentasi mitra penerbit dalam Reflection Workshop, disusun pula rekomendasi untuk Siklus II dan III. Beberapa poin yang didapat, di antaranya: mempertahankan penulis dan ilustrator berpotensi, mempekerjakan copy editor untuk keseluruhan mitra, peran jelas masing-masing anggota mitra, konfirmasi pemahaman komitmen peserta, dan lain-lain.

Ke depannya, rekomendasi yang disusun diharapkan dapat membantu proses pengembangan buku lebih efisien dan efektif. Sebagai penutup dari rangkaian workshop, diumumkan pula mitra-mitra penerbit yang akan berproses dalam Siklus II dan III.

Room to Read, ProVisi, dan peserta berfoto bersama pada akhir acara.

 

Bagikan Postingan Ini

ProVisi Education

ProVisi Education adalah konsultan peningkatan mutu pendidikan dan mitra pelaksana bagi lembaga dan perusahaan dalam mengimplementasikan program-program pengembangan pendidikan. Kami membantu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga swadaya masyarakat (NGO), dinas pendidikan, dan sekolah,…
Selengkapnya