Dari Lapangan

MENGUJI HASIL KREASI, MENCARI KEBUTUHAN REVISI

  • Article 3

Tanggal Posting: 7 Maret 2017 | Penulis: Chatarina Trihastuti & Moemoe Rizal - Program Division


[salah satu peserta dari SDN Cileunyi, Bandung, saat kegiatan membaca bersama]

Sebagai bagian dari proses pengembangan buku bacaan anak bagi pembaca pemula dalam proyek Scaling Quality Learning for Children: Developing a Habit of Reading with Partners in Indonesia, ProVisi Education dan Room to Read baru saja melaksanakan tes lapangan (Field Testing) pada Januari 2017 bersama lima (5) mitra penerbit, yaitu Bestari, Mizan, Kanisius, Litara, dan YLAI.


[sesi membaca bersama dari Bestari]


[sesi membaca individual bersama Mizan]

ProVisi Education mendampingi masing-masing mitra penerbit dalam Field Testing yang bekerja sama dengan 3 (tiga) sekolah di daerah masing-masing. Diawali dengan persiapan buku yang diujicobakan (dummy) dan kuesioner bagi murid dan guru sebagai alat Field Testing serta pembagian peran dari masing-masing anggota tim, yakni tim pembaca (administrator), tim pengamat (observer), dan pendamping peserta.


[proses menyiapkan alat Field Testing]


[dummy book untuk diujicobakan]

Sebanyak 187 murid sekolah dasar kelas 1, 2, dan 3 di empat kota di Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan Field Testing. Terlebih dahulu para murid diajak untuk bermain (ice breaking) guna menciptakan suasana yang hangat dan nyaman. Selanjutnya administrator memandu kegiatan membaca bersama dengan gerakan dan intonasi yang menarik bagi anak. Hal ini dilakukan agar murid menikmati kegiatan membaca dan dapat memberikan masukan terhadap buku yang diujicobakan. Murid yang dinilai aktif oleh observer selanjutnya diminta mengikuti kegiatan membaca mandiri. Dari kegiatan membaca mandiri, tim penerbit dapat memperoleh masukan yang lebih mendalam atau detail. 


[melakukan ice breaking sebelum kegiatan]


[membaca bersama kata-kata pilihan untuk menilai keaktifan peserta]

Field Testing dilakukan serempak pada 10-13 Januari 2017 di Bandung bersama tim Mizan dan Bogor bersama tim Bestari. Judul buku yang diujicobakan adalah Anna dan Sapu Pelangi (Mizan), Belanja Bersama Ayah (Mizan), Rumah Tua (Mizan), Krak! Krak! (Mizan), Cepatlah Bello (Bestari), Ada Fululu di Bawah Meja (Bestari), Sekura (Bestari), dan Sahabat Kecil Pandan Berduri (Bestari). Sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah SDN Cisaranten Kulon 1 dan 2 Bandung, SDN Cileunyi 3 Bandung, SDN Rancamaya 01 Bogor Selatan, SDN Teluk Pinang 01 Bogor, dan SDN Polisi 4 Bogor Tengah. Sebanyak 75 murid berpartisipasi dalam kegiatan ini.  


[(atas) Penerbit Mizan berfoto bersama peserta Field Testing dan (bawah) Penerbit Bestari berfoto bersama peserta Field Testing]


[kegiatan membaca bersama di SDN Cisaranten Kulon 1 Bandung]


[kegiatan membaca individual di SDN Rancamaya 1 Bogor Selatan]

Minggu berikutnya Field Testing dilanjutkan di tempat berbeda. Pada 16-20 Januari 2017, Field Testing diselenggarakan di Bandung bersama tim Litara dan Yogyakarta bersama tim Kanisius. Sebanyak 82 murid sekolah dasar turut serta dalam kegiatan kali ini, termasuk 17 peserta dari sekolah dengan anak berkebutuhan khusus. Judul buku yang diujicobakan adalah Benang Ingin Melihat Dunia (Litara), Sirama-Rama (Litara), Jarik Adik (Litara), Kring! Kring! (Litara), Senggutru dan Raksasa (Kanisius), I Belog (Kanisius), Titu (Kanisius), dan Pohon Kesayangan Daru (Kanisius). Untuk menyukseskan kegiatan ini, SDN Coblong Bandung, SD Semesta Hati Cimahi, SDN 2 Ciledug Barat Kabupaten Bandung Barat, SD Muhammadiyah Karangkajen 4 Bantul, SDN Jetisharjo I Yogyakarta, dan SDN Caturtunggal 7 Sleman turut berpartisipasi.


[(atas dan bawah tengah) Litara berfoto bersama peserta Field Testing dan (bawah kiri-kanan) Penerbit Kanisius berfoto bersama peserta Field Testing]


[peserta dari SD Semesta Hati Cimahi sedang memperkenalkan diri]


[peserta dari SD Caturtunggal 7 Sleman menunggu giliran membaca seraya mewarnai]

Kegiatan ini ditutup di Denpasar, Bali (YLAI), pada 23-24 Januari 2017. Sebanyak 30 peserta dari 3 (tiga) sekolah dasar yaitu dari SDN 7 Kesiman, SDN 12 Kesiman, dan SDN 16 Kesiman Denpasar Timur mengikuti Field Testing. Buku yang diuji coba antara lain Hari yang Melelahkan untuk Gandos, Buah Rahasia, Menarilah Bungan, dan Ketika Paman Kala Diam


[YLAI berfoto bersama peserta Field Testing]


[peserta dari SDN 16 Kesiman mendengarkan administrator membacakan buku]


[administrator membacakan buku di depan peserta dari SDN 7 Kesiman Denpasar Timur]

Tujuan Field Testing ini adalah untuk menentukan bagian pada naskah buku cerita yang akan direvisi guna meningkatkan kualitas buku. Masukan yang diperoleh baik dari proses interaksi dengan murid dan kuesioner guru terhadap 20 dummy inilah yang selanjutkan digunakan para mitra penerbit untuk melakukan mentoring lanjutan bersama penulis maupun ilustrator didampingi oleh Room to Read dan ProVisi Education sebelum buku dicetak dan didistribusikan ke seluruh Indonesia pada Juli mendatang. 


[salah satu perwakilan ProVisi Education ikut membacakan buku kepada peserta dari SDN Polisi 4 Bogor Tengah]


[kumpulan cover dummy dalam Field Testing]

Bagikan Postingan Ini

ProVisi Education

ProVisi Education adalah konsultan peningkatan mutu pendidikan dan mitra pelaksana bagi lembaga dan perusahaan dalam mengimplementasikan program-program pengembangan pendidikan. Kami membantu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga swadaya masyarakat (NGO), dinas pendidikan, dan sekolah,…
Selengkapnya