Dari Lapangan

Kunjungan IKEA Foundation: Mengintip Proyek IKEA-RTR di Indonesia

  • Article 3

Tanggal Posting: 25 April 2017 | Penulis: Tim Harthana - Literacy Section

Sekitar 30 anak-anak siswa SDN 5 Jimbaran, Badung, Bali, membuat lingkaran besar di halaman sekolahnya. Tangan mereka saling bergandengan. Satu dua anak berlari berpindah posisi, ingin berdiri di dekat teman karibnya. Dua-tiga anak lainnya tampak malu sekaligus senang karena menggandeng bule yang akan ikut bermain dengan mereka. 


[Jay Duanes, Shanti Kalicharan, Blanche Van De Stolpe, dan Joel Bacha, dari IKEA Foundation dan Room to Read diajak oleh siswa-siswi di SDN Padeg, Gresik menarikan tarian jaranan saat berkunjung ke sekolah tersebut, Maret 2017]

Ibu Emy, dari Yayasan Literasi Anak Indonesia, menjelaskan aturan permainan "zip zap zop" kepada anak-anak. "Ayo sekarang dicoba dulu. Dimulai dari ibu ya. Zop...," ujar Emy sambil menguncupkan kedua tangan menunjuk ke arah salah seorang siswa. 

Beberapa siswa melakukan kesalahan, dan tawa pun mengumandang saat mereka berbuat salah. Demikian pula keempat bule, guru-guru kelas, tim dari Provisi Education serta siapa saja yang larut dalam keceriaan dan keseruan permainan tersebut. 


[Team IKEA Foundation dan Room to Read, didampingi Provisi Education ikut bermain bersama anak-anak SDN 2 Sidokumpul, Gresik, di sesi jam kunjung perpustakaan, saat melakukan kunjungannya di Indonesia, Maret 2017]

Permainan singkat ini adalah bagian dari kunjungan team IKEA Foundation dan Room to Read ke sejumlah sekolah lokasi proyek pengembangan perpustakaan ramah anak di Indonesia. Kedatangan mereka adalah bagian dari program I-witness IKEA sebagai donor proyek "Scaling Quality Learning: Developing a Habit of Reading with Partners in Indonesia," periode 2016-2019. 

Dari IKEA Foundation, Shanti Kalicharan (Program Manager I-witness) dan Blanche Va De Stolpe (Program Assistant), datang bersama Room to Read yakni Joel Bacha (Director of Strategic Expansion) dan Jay Duenas (Donor Engagement Manager). Pada kesempatan itu, Direktur Utama ProVisi Educatioan, Juli Adrian, bersama dua orang Program Manager dari ProVisi Education, Saifullah dan Amanda Casimira, turun mendampingi kunjungan mereka di bulan Maret lalu. 


[Salah seorang guru di SDN Padeg, Gresik, membacakan buku cerita di dalam jam kunjung perpustakaan, pada kesempatan kunjungan IKEA Foundation dan Room to Read ke Indonesia, Maret 2017]

Dalam kunjungannya selama tiga hari, 21 Maret - 23 Maret 2017, IKEA Foundation dan Room to Read mendatangi empat perpustakaan sekolah yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, dan Badung - Bali. Selain itu, mereka pun menyempatkan bertemu dengan perwakilan penulis dan ilustrator yang terlibat dalam proyek pembuatan buku cerita anak di Indonesia. 

Di sekolah, mereka berdiskusi dengan pihak sekolah tentang manfaat perpustakaan dan visi sekolah pada perpustakaan yang baru. Sedangkan dengan penulis dan ilustrator mereka ingin mengetahui pengalaman mereka saat melakukan proses membuat buku cerita anak yang difokuskan pada pembaca pemula. 

Sambutan dari tiap sekolah pun beragam. Seperti di SDN Padeg dan SDN 2 Sidokumpul, Gresik, Jawa Timur, mereka diajak menari jaranan dan bermain gamelan. Sementara di Bali, tamu dari IKEA dan Room to Read diajak bermain permainan tradisional anak-anak Bali.


[Shanti Kalicharan dan Blanche Van De Stolpe dari IKEA Foundation diajak oleh siswi-siswi dari SDN 5 Jimbaran menari pendet, saat mereka berkunjung ke sekolah tersebut bersama Room to Read dan Provisi Education, Maret 2017 lalu]

Bagikan Postingan Ini

ProVisi Education

ProVisi Education adalah konsultan peningkatan mutu pendidikan dan mitra pelaksana bagi lembaga dan perusahaan dalam mengimplementasikan program-program pengembangan pendidikan. Kami membantu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga swadaya masyarakat (NGO), dinas pendidikan, dan sekolah,…
Selengkapnya