Dari Lapangan

IKEA I-Witness Trip 2017: Meninjau langsung setahun proyek IKEA-RTR di Indonesia

  • Article 3

Tanggal Posting: 28 Oktober 2017 | Penulis: Enda Hidayat - Literacy Development Program

Sorak sorai siswa SDN Cerme Kidul 2 bergemuruh menyambut kedatangan rombongan Room to Read, perwakilan IKEA China dan India, ProVisi Education, dan Mutiara Rindang, 18 Oktober 2017. Sejenak, tujuh anak berkostum tarian tradisional meluncur ke tengah lapangan mementaskan tari merak. Tidak hanya menikmati, Rombongan IKEA pun diajak menari bersama. Kunjungan ini adalah bagian dari program IKEA I-Witness Trip 2017 sebagai donor proyek "Scaling Quality Learning: Developing a Habit of Reading with Partners in Indonesia," periode 2016-2019. 


[Perwakilan IKEA China dan India berfoto bersama dengan siswa SDN Cerme Kidul 2 setelah mementaskan Tari Merak]

Selama tiga hari di Indonesia, 17-18 Oktober 2017, perwakilan IKEA China dan India serta Room to Read bertemu dengan perwakilan penulis, editor, illustrator, dan penerbit yang terlibat langsung dalam proyek penerbitan buku cerita anak. Selain itu, mereka juga mengunjungi empat perpustakaan sekolah, yaitu; SDN Masangan, SDN Sungonlegowo, SDN Cerme Kidul 2, dan SDN Sidorukun, yang berada di Gresik, Jawa Timur.


[Perwakilan IKEA China dan India terlibat dalam diskusi kelompok pada sesi role play; “beginning, middle, end pembuatan sebuah cerita,” bersama penulis, illustrator, dan penerbit]

Di hari pertama, perwakilan IKEA China dan India duduk bersama dengan perwakilan Room to Read, Jay Duanes (Donor Engagement Manager) dan Alfredo Santos (Manager QRM Southeast Asia), didampingi oleh Saifullah (Program Manager) dan Chatarina Th (Program Coordinator) dari ProVisi Education. Mereka berdiskusi tentang bagaiamana program Room to Read berjalan di Indonesia. Para penulis, ilustrator, editor, dan penerbit berbagi pengalaman tentang peranannya masing-masing dalam proses pembuatan buku cerita anak yang diperuntukkan bagi pembaca pemula. 


[Siswa SDN Sidorukun mengajak perwakilan IKEA China dan India menyanyikan mars kebiasaan membaca; anak mau membaca, sering membaca, dan menikmati membaca]

Sementara itu, di sekolah, pada hari kedua dan ketiga, mereka mengikuti kegiatan membaca serta berdiskusi dengan pihak sekolah dan orang tua siswa tentang bagaimana pengelolaan dan dampak perpustakaan ramah anak bagi siswa. Seperti di SDN Sidorukun, Ibu Lilik guru kelas 3 membacakan cerita dengan penuh ekspresi disertai gerak tubuh menarik yang membuat anak-anak begitu menikmati cerita yang dibacakan.


[Jay Duanes (Room to Read), Chatarina (Provisi Education), dan perwakilan IKEA China dan India, bermain bersama siswa SDN Cerme Kidul 2 sebelum kegiatan membaca dimulai]

Karen Li (Sustainability Project Leader for Purchasing & Logistic Areas East Asia - IKEA China) bertanya pada anak-anak, “Siapa di sini yang pernah melihat Panda?” Beberapa anak mengacungkan tangan sambil malu-malu. “Dimana kalian melihatnya?” lanjut Karen. Serentak, anak-anak pun menjawab bahwa mereka melihat panda di buku yang dibacanya di perpustakaan. 


[Perwakilan IKEA China dan India berdiskusi dengan kepala sekolah, guru dan pustakawan mengenai dampak perpustakaan bagi sekolah dan anak-anak]

Dampak perpustakaan ramah anak pun digali melalui diskusi dengan kepala sekolah, guru, dan pustakawan. Perpustakaan ramah anak yang dikembangkan dengan pendekatan Room to Read bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak. Menurut Endah, pustakawan SDN Cerme Kidul 2, buku bacaan yang beragam dan dekorasi ruangan yang menarik membuat anak-anak lebih sering berkunjung keperpustakaan untuk membaca dan meminjam buku. Dampak positif hadirnya perpustakaan ramah anak di sekolah juga dirasakan oleh guru-guru. “Di kelas anak-anak jadi terbiasa membaca buku pelajaran,” ungkap Ajeng, guru kelas 5 SDN Cerme Kidul 2. 

Bagikan Postingan Ini

ProVisi Education

ProVisi Education adalah konsultan peningkatan mutu pendidikan dan mitra pelaksana bagi lembaga dan perusahaan dalam mengimplementasikan program-program pengembangan pendidikan. Kami membantu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga swadaya masyarakat (NGO), dinas pendidikan, dan sekolah,…
Selengkapnya