Dari Lapangan

"I Belog" di Singapura

  • Article 3

Tanggal Posting: 19 Mei 2017 | Penulis: Tim Harthana - Program Officer

Setelah melewati proses panjang, lebih dari delapan bulan, akhirnya 20 judul buku proyek siklus pertama akselerasi Room to Read di Indonesia diluncurkan. Pertunjukan drama-tari "I Belog", salah satu judul buku yang diterbitkan, menjadi pembuka acara peluncuran di Plaza Perpustakaan Nasional Singapura, Jumat, 19 Mei 2017.

Tiga siswi kelas 11 Sekolah Indonesia Singapura yang berkostum penari Bali, masuk ke atas sambil melambaikan kipas berkain merah. Musik gamelan Bali merentak cepat mengiringi ketiga penari yang ayu nan gemulai. Di ujung panggung, narator menceritakan kisah I Belog yang diminta ibunya belanja ke pasar untuk acara pesta desa. Namun, I Belog pulang tanpa belajaannya, dan dia pun mencari akal agar semua barang belajaannya utuh kembali.

Kisah I Belog, pemuda dari Bali inilah yang menginspirasi Yos menulis sebuah buku cerita dalam proyek ini. Buku yang diilustrasikan sangat apik oleh Dewi T Kusumah menjadi pembuka peluncuran 20 buku proyek Room to Read bersama ProVisi Education dan Lima penerbit lokal di Indonesia.

Satu satu perwakilan kelima penerbit, yakni PT Kanisius, Bestari, Mizan, Yayasan Literasi Anak Indonesia, dan Litara mengenalkan buku-buku yang diproduksinya dalam proyek ini. Kekuatan kedua puluh judul buku ini adalah menampilkan ilustrasi yang cantik serta menarik, dengan cerita sederhana yang mudah dipahami oleh pembaca pemula.

Kekuatan lainnya adalah kekayaan budaya dan tradisi Indonesia yang dituangkan dalam cerita maupun ilustrasinya. Seperti buku berjudul "Jarik Adik" menyuguhkan keragaman batik Jawa; buku berjudul "Di Mana Adik?" berlatarkan kehidupan masyarakat Dayak; satwa khas Indonesia, Komodo juga tampil dalam buku berjudul "Krak! Krak! Krak!"; buku berjudul " Senggutru dan Raksasa" berlatar cerita rakyat Jawa; dan cerita tentang topeng Dari Lampung berjudul "Sekura Raksasa."

Di hadapan pengunjung, penerbit menuturkan sekelumit gambaran tiap buku yang diterbitkan. Tepuk tangan pun membahana mengakhiri peluncuran buku. "Silakan datang ke booth kami untuk melihat-lihat 20 buku yang diluncurkan siang ini," ujar Chatarina, Coordinator Project of Book Publishing ProVisi Education, mengakhiri peluncuran buku hari ini.


[Secara bergantian, perwakilan dari kelima penerbit membacakan cuplikan kisah dari 20 judul buku proyek akselerasi Room to Read di Indonesia yang diluncurkan pada acara Asian Festival of Children’s Content 2017 di Plaza Perpustakaan Nasional Singapura, Jumat (19/5) siang]


[Secara bergantian, perwakilan dari kelima penerbit membacakan cuplikan kisah dari 20 judul buku proyek akselerasi Room to Read di Indonesia yang diluncurkan pada acara Asian Festival of Children’s Content 2017 di Plaza Perpustakaan Nasional Singapura, Jumat (19/5) siang]


[Siswa-siswi Sekolah Indonesia Singapura menampilkan drama tari I Belog, salah satu dari 20 judul buku yang diluncurkan Room to Read bersama ProVisi Education di Plaza Perpustakaan Nasional Singapura, Jumat (195) siang]


[Siswa-siswi Sekolah Indonesia Singapura menampilkan drama tari I Belog, salah satu dari 20 judul buku yang diluncurkan Room to Read bersama ProVisi Education di Plaza Perpustakaan Nasional Singapura, Jumat (195) siang]

Bagikan Postingan Ini

ProVisi Education

ProVisi Education adalah konsultan peningkatan mutu pendidikan dan mitra pelaksana bagi lembaga dan perusahaan dalam mengimplementasikan program-program pengembangan pendidikan. Kami membantu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga swadaya masyarakat (NGO), dinas pendidikan, dan sekolah,…
Selengkapnya