Dari Lapangan

Fitur-Fitur Perpustakaan Ramah Anak Siap Diterapkan Di 54 Sekolah

  • Article 3

Tanggal Posting: 5 Desember 2017 | Penulis: Enda Hidayat - Literacy Development Program

Setiap kelompok ramai berdiskusi untuk menentukan posisi rak buku, meja kecil, dan ruang membaca bagi anak-anak. Potongan kertas warna-warni pun kembali digeser guna mendapatkan posisi yang tepat. Kemudahan bagi anak dalam menjangkau buku dan terhindarnya buku dari paparan sinar matahari secara langsung, menjadi pertimbangan peserta dalam menata denah perpustakaan ramah anak. Posisi meja pustakawan pun tak luput dari diskusi. “Jangan di dalam ruangan, pustakawan harus bisa melihat seluruh siswa di perpustakaan,” ujar Alfonsius Dofu, Kepala Sekolah SDI Ende 13.   

Sebanyak 145 peserta dari 54 sekolah terlibat dalam rangkaian workshop distrik pengelolaan perpustakaan yang tersebar di tiga lokasi proyek. Setiap sekolah mendelegasikan tiga perwakilan, yakni: kepala sekolah, guru, dan pustakawan. Selama pelatihan peserta tidak hanya mendapatkan materi dari mitra perpustakaan. Perwakilan Dinas Pendidikan serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah turut berkontribusi dalam membawakan sesi dan mendampingi pelatihan. Selama tiga hari penuh para peserta membedah fitur-fitur perpustakaan ramah anak yang akan dikembangkan di sekolah masing-masing.


[Secara berkelompok peserta mengidentifikasi peran dan tanggung jawab guru dalam mengelola perpustakaan ramah anak]

Workshop distrik yang berlangsung di setiap wilayah proyek, merupakan kelanjutan workshop pengelolaan perpustakaan (Training of Trainer Refresher) yang telah berlangsung di Nusa Dua, Bali Oktober lalu. Ketiga mitra perpustakaan melaksanakan pelatihan bagi 18 sekolah penerima manfaat. Taman Bacaan Pelangi (TBP) melaksanakan pelatihan di Ende, NTT; Mutiara Rindang (MR) di Sidoarjo, Jawa Timur; dan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) di Denpasar, Bali. Setiap workshop terdiri dari dua gelombang yang masing-masing berdurasi tiga hari secara bergantian, mulai 25 Oktober – 30 November 2017. Dalam 18 hari, ProVisi Education menjadi saksi betapa antusiasnya para peserta menikmati setiap sesi yang difasilitasi mitra-mitra perpustakaan, melalui penyajian fasilitasi yang mumpuni.


[I Ketut Arsana (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Denpasar) membawakan sesi “Menyiapkan Daftar Induk Buku dan Penjenjangan Buku” didampingi oleh Wahyu Kuncara (YLAI)]

Selama pelatihan berlangsung, peserta disuguhi beberapa materi penting, seperti: kebiasaan membaca, peran tanggung jawab, penjenjangan buku, peminjaman buku, perpustakaan ramah anak, dan pelibatan masyarakat. Materi-materi yang terbilang baru bagi para peserta menjadi tantangan tersendiri bagi para fasilitator. Karena, materi tersebut bukan untuk dipahami dalam pelatihan saja, melainkan juga diterapkan di sekolah. “Para fasilitator yang komunikatif dan banyak melakukan kegiatan praktik dalam memberikan materi, disertai permainan saat jeda istirahat membuat pelatihan tidak terasa penat dan membosankan, walau sudah tua saya bisa tetap ceria selama kegiatan,” ungkap Dewa Ayu – Kepala Sekolah SD No. 3 Penatih.


[Peserta praktik menjenjangkan buku berdasarkan penjenjangan buku yang dikembangkan oleh Room to Read]

Pada pelatihan gelombang 2 di Sidoarjo, David Strawbridge (Regional Program Manager Room to Read Southeast Asia) berkesempatan hadir dan mengucapkan terima kasih atas semangat kepala sekolah, guru, dan pustakawan yang telah mengikuti pelatihan. Melalui workshop distrik para peserta diharapkan dapat memahami fitur-fitur perpustakaan ramah anak dan mampu mengajarkan hal yang sama kepada rekan-rekan guru di sekolahnya. Terlibatnya Dinas Pendidikan dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah dalam rangkaian workshop distrik merupakan bentuk kerja sama dan dukungan terhadap program pengembangan perpustakaan ramah anak yang sejalan dengan gencarnya program pemerintah, Gerakan Literasi Sekolah. 


[Kuswanto (Mutira Rindang), David Strawbridge (Room to Read), dan Abdul Munif (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo) memberikan motivasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta pada akhir workshop distrik]

 

 

 

 

Bagikan Postingan Ini

ProVisi Education

ProVisi Education adalah konsultan peningkatan mutu pendidikan dan mitra pelaksana bagi lembaga dan perusahaan dalam mengimplementasikan program-program pengembangan pendidikan. Kami membantu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga swadaya masyarakat (NGO), dinas pendidikan, dan sekolah,…
Selengkapnya