Dari Lapangan

Berbagi dan Belajar Pengalaman Setahun

  • Article 3

Tanggal Posting: 12 Juli 2017 | Penulis: Enda Hidayat - Program Officer

Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI), Taman Bacaan Pelangi (TBP) dan Mutiara Rindang (MR) kembali dipertemukan melalui kegiatan Procurement Workshop Refreshment yang bertempat di Allium Hotel, Kota Tangerang, Banten, pada tanggal 10-11 Juli 2017. Workshop ini bertujuan untuk menyegarkan kembali proses pengadaan dan seleksi sekolah di siklus pertama guna memperbaiki dan mengefisiensikan proses di siklus kedua dan ketiga.

Di hari pertama, setiap mitra mempresentasikan berbagi praktik terbaik dan beberapa tantangan yang dihadapi selama siklus pertama, seperti seleksi sekolah. Adanya rotasi jabatan struktural di Dinas Pendidikan berpengaruh pada berubahnya penanggung jawab program di Dinas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mitra perpustakaan di tengah program yang sedang berjalan. “Memperbanyak frekuensi pertemuan dengan orang Dinas Pendidikan menjadi solusi ketika banyaknya rotasi di Dinas” ujar Yunitasari, Program Officer dari MR. 

Selain itu, “MoU yang dilakukan di kantor Dinas Pendidikan dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas menjadikan acara tersebut lebih mengesankan bagi para kepala sekolah” ungkap Mahrita, Program Officer dari TBP. Fourgelina, Program Manager dari YLAI menambahkan “surat rekomendasi dari Kepala Dinas sangat membantu dalam meyakinkan kepala sekolah saat seleksi sekolah”.

 

Peserta berdiskusi dan mengingat kembali tahapan pengadaan buku dan mebel di siklus pertama, Senin (10/7)(foto kiri). Secara berkelompok peserta berdiskusi untuk menyusun kerangka waktu yang akan digunakan di siklus 2 dan 3, Selasa (11/7)(foto kanan atas dan bawah)

Di hari kedua waktunya teman-teman dari bagian keuangan berpikir keras. Dimulai dengan kilas balik prosedur pengadaan barang berdasarkan batas anggaran sampai barang diterima di sekolah. Melalui media kertas A4 yang ditempelkan di dinding dengan judul “persiapan; pembelian; pengiriman”, fasilitator mengajak peserta mengingat kembali tahapan pengadaan dan formulir yang digunakan. Metode menyusun rantai tahapan sangat efektif untuk menyegarkan kembali memori para peserta mengenai prosedur dan langkah seleksi sekolah serta pengadaan buku dan mebel.

Menyusun kerangka waktu yang akan digunakan sebagai acuan di siklus kedua dan ketiga menjadi kegiatan di sesi terakhir. “Melalui Procurement Workshop Refreshment, mitra perpustakaan saling berbagi dan mengadaptasi atau belajar praktik terbaik dan solusi tantangan yang dihadapi di proyek, sesuai kebutuhan masing-masing di siklus kedua”, ungkap David Strawbridge, Associate Director Southeast Asia on Literacy Program of Room to Read. 

Bagikan Postingan Ini

ProVisi Education

ProVisi Education adalah konsultan peningkatan mutu pendidikan dan mitra pelaksana bagi lembaga dan perusahaan dalam mengimplementasikan program-program pengembangan pendidikan. Kami membantu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga swadaya masyarakat (NGO), dinas pendidikan, dan sekolah,…
Selengkapnya