Program Pengembangan Sekolah (OSIS)

  • Artikel/Berita
  • 10 April 2019
  • Melinda Hapsari - School Development Program
Program Pengembangan Sekolah (OSIS)

Pada tahun 1970 hingga 1972 beberapa pimpinan Organisasi Siswa di Jakarta memprakarsai sebuah organisasi kesiswaan. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang kita kenal sekarang ini merupakan perkembangan dari organisasi kesiswaan tersebut.

Dalam perintisannya, OSIS memiliki maksud dan tujuan positif. Selain untuk menyamakan visi dan misi keorganisasian siswa, OSIS merupakan salah satu wadah siswa berkembang menjadi penerus generasi muda. Mengingat manfaat dan tujuan yang positif tersebut, lahirlah Ketetapan MPR Nomor IV/MPRaan yang berisikan strategi pembimbingan generasi muda. Tap MPR tersebut melahirkan Keputusan Mendikbud No. 0232/U/1978 tentang pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda.

OSIS ditetapkan menjadi satu-satunya organisasi kesiswaan di sekolah yang diakui secara nasional dengan empat jenis jalur pembinaan:

1. Organisasi Kesiswaan

2. Latihan Kepemimpinan

3. Kegiatan Ekstrakurikuler

4. Kegiatan Wawasan Wiyata Mandala

Seiring berjalannya waktu, pembinaan dan pengembangan generasi muda semakin berkembang prosesnya. Seperti proses memberikan bekal ketrampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, kreasi seni, patriotisme, idealisme, kepribadian, dan budi pekerti luhur. Dengan demikian diharapkan generasi muda memiliki ketrampilan yang baik secara keorganisasian, kepribadian serta dapat berkolaborasi bersama membangun kehidupan menjadi lebih baik.

SMAN Negeri 5 Halmahera Timur menjalankan Program Pengembangan Sekolah Model selama tiga tahun (2013-2016). Sekolah dampingan PT Aneka Tambang Tbk ini telah mengalami kemajuan berupa kualitas sumber daya manusia serta kualitas dari OSIS yang dimiliki sekolah tersebut.

Dalam program ini, tim ProVisi Education melakukan pendampingan yang komprehensif. Bentuk pendampingan yang diberikan berupa pengembangan kualitas OSIS bukan hanya secara keorganisasian saja tetapi juga sistem perekrutannya hingga proses terbentuknya pengurus dan pendampingan pembina OSIS. Perubahan yang paling signifikan terjadi pada tahap-tahap ini. Rangkaian rekrutmen tersebut dikenal dengan nama PADEMSIS (Pesta Demokrasi OSIS). Ini merupakan pertama kalinya siswa SMAN 5 Halmahera Timur memilih langsung pengurus OSIS. Selain itu proses pemilihannya pun panjang yang dimulai dengan prosesi debat calon ketua dan wakil ketua OSIS hingga terpilihnya kandidat.

Latihan dasar kepemimpinan menjadi kegiatan yang sangat penting bagi pengurus OSIS. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan sehingga dapat menjalankan organisasi dengan sangat baik. Kegiatan ini pun memberikan bekal pengetahuan berorganisasi serta pembentukan tim (team building) pengurus OSIS yang solid, kekeluargaan, kreatif, dan inovatif.

Materi yang diberikan pun beragam seperti: leadership and team builder games, wawasan keorganisasian, pembuatan program kerja, pelatihan public speaking, sesi pembuatan proposal kegiatan, sesi laporan pertanggungjawaban OSIS, dan juga challenging class.

Sahabat Pro Edukasi, tujuan pendidikan itu sejatinya untuk mengembangkan "soft skills" anak/remaja agar punya kapabilitas mumpuni dalam berkehidupan dan mengembangkan karir di masa depan.