Pengembangan Buku Cerita Anak Tahap Baru

  • Artikel/Berita
  • 18 Februari 2019
  • Muharram Rijalulhaq - Literacy Development
Pengembangan Buku Cerita Anak Tahap Baru

Pada tanggal 23-25 Januari 2019, digelar Book Development Workshop yang diselenggarakan oleh Room to Read berkolaborasi dengan UNICEF di Novotel Gajah Mada Jakarta.  Workshop ini diselenggarakan untuk mengembangkan buku-buku cerita anak lokal. Sebanyak enam editor dan enam desainer bergabung bersama perwakilan dari Puskurbuk, perwakilan dari Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar  dan Gerakan Literasi Sekolah. Para editor dan desainer telah memiliki pengalaman mengembangkan buku bersama Room to Read dan ProVisi Education selama tiga tahun terakhir. Mereka membantu rekan-rekan dari Kemdikbud dalam mengembangkan satu judul buku cerita dalam tiga hari workshop.

Eva Nukman (fasilitator kepenulisan) dan Gina (fasilitator ilustrasi) juga hadir untuk berbagi materi umum tentang buku cerita anak. Untuk melengkapi materi pengembangan buku anak yang akan dilaksanakan selama lima bulan ke depan, Alisha Berger (Global Publishing – Room to Read) dan Mahesh Pathirathna (Resource Person – Room to Read) ikut memberikan materi pengembangan buku Room to Read dan bagaimana mengolah naskah yang akan direvisi. Workshop juga menampilkan materi tentang buku-buku kontroversial oleh Bapak Supriyatno, Kepala Bidang Perbukuan Kemendikbud. 


(Alisha Berger, Global Publishing Room to Read, memberikan penjelasan tentang penerbitan buku cerita anak)

Objektif dari workshop adalah peserta dapat memahami proses pengembangan buku yang akan dikembangkan bersama penulis dan ilustrator Indonesia. Peserta dibagi ke dalam lima kelompok dengan masing-masing memiliki editor dan desainer, dengan harapan menelurkan satu judul buku dalam bentuk draft. Tidak ada tuntutan agar bukunya menjadi sempurna. Setidaknya peserta mengetahui proses yang akan dilakukan selama pengembangan buku ke depannya. 


(Mahesh Pratirathna dari Room to Read membantu peserta menyiapkan proses pengembangan buku selama tiga hari ke depan)

Hari pertama peserta disuguhkan materi kepenulisan dan mendapat tugas membuat breaking text untuk buku berjenjang tiga hingga lima sesuai penjejangan buku Room to Read. Pada pelaksanaan hari berikutnya, peserta menerima informasi tentang pengembangan buku anak berdasarkan cerita rakyat. Kelas tentang ilustrasi pun disampaikan singkat oleh fasilitator sehingga desainer memiliki gambaran bagaimana mengembangkan naskah yang sudah disusun malam sebelumnya. Hari terakhir diisi oleh field testing bersama lima belas orang siswa kelas 3, 4, dan 5 dari SDN Palmerah 03 Pagi Jakarta, yang berkunjung untuk membaca bersama peserta workshop.

(Peserta berdiskusi dalam grup untuk menentukan cerita yang akan dibuat dan dikembangkan dalam workshop)

Field testing adalah salah satu metode yang dikenalkan Room to Read di Indonesia untuk menguji hasil pengembangan buku kepada pembaca sasaran sebelum buku dicetak massal. Jika masih terdapat bagian-bagian yang perlu diperbaiki, berdasarkan pengamatan editor atas reaksi murid-murid, maka revisi akan dilakukan untuk menyempurnakan buku. Para peserta gembira karena mendapat umpan balik langsung dari pembaca sasaran mengenai buku yang sudah mereka kerjakan selama dua hari terakhir.

(Field testing dilakukan untuk menguji buku. Revisi dapat dilakukan menggunakan feedback dari pembaca sasaran)

Workshop ditutup dengan membahas bagaimana kelanjutan dari pengembangan buku dan peran maupun tanggung jawab yang harus diusung peserta ke depannya. Workshop diakhiri dengan semangat dari peserta untuk segera berkontribusi dalam proyek ini. Workshop penulis akan dilaksanakan pada 22 Februari 2019, memulai proyek melalui tulisan-tulisan kreatif untuk meningkatkan semangat literasi anak Indonesia.

(Peserta, fasilitator, UNICEF, Room to Read, dan ProVisi Education berfoto bersama murid-murid dari SDN Palmerah 03 Pagi Jakarta sesuai melakukan sesi field testing)