Mengubah Bahasa Untuk Cerita Berkualitas Perpustakaan Digital

  • Article/News
  • 12 December 2018
  • Muharram Rijalulhaq - Literacy Development Program
Mengubah Bahasa Untuk Cerita Berkualitas Perpustakaan Digital

(Salah satu proses penerjemahan yang dilakukan dalam workshop)

Tak ada yang lebih bersemangat dibandingkan 12 penerjemah pilihan yang pada hari itu mengeroyok naskah-naskah terbaik Room to Read agar dapat dipahami teman-teman kita di Indonesia. Berlokasi di Grand Tjokro Hotel Bandung, kedua belasnya hadir pada 10-11 Juli 2018 dalam Translation Workshop: Digital Library: More Reading, More Learning.

(Para penerjemah yang sebagian besar juga berprofesi sebagai penulis dan editor)

Sebanyak enam puluh naskah terbaik Room to Read dikumpulkan dari berbagai negara. Mulai dari Bangladesh, Kamboja, Laos, Nepal, India, Vietnam, hingga ke Tanzania. Kedua belas penerjemah dibagi ke dalam empat kelompok yang terdiri dari tiga orang. Masing-masing kelompok akan menangani 15 naskah untuk diselesaikan dalam dua hari.

(Dua belas peserta dibagi ke dalam empat kelompok)

(Dua belas peserta dibagi ke dalam empat kelompok)

Sebelum melakukan penerjemahan, Alisha Berger dari Global Publishing Room to Read memberikan materi teknik penerjemahan yang digunakan Room to Read dari negara-negara lain. Dalam sesinya tersebut dibuatlah pula checklist yang dapat digunakan penerjemah Indonesia dalam menerjemahkan buku dari bahasa asing. Perbedaan struktur bahasa dari bahasa asing ke bahasa Inggris lalu ke bahasa Indonesia memerlukan perhatian khusus agar makna dari penerjemahan bisa diterima oleh lebih banyak pembaca. 

(Alisha Berger memberikan materi teknik penerjemahan yang digunakan secara global)

(Alisha Berger memberikan materi teknik penerjemahan yang digunakna secara global)

Nantinya, keseluruh hasil terjemahan akan digunakan dalam platfrom digital agar lebih banyak anak Indonesia berkesempatan mengakses buku-buku Room to Read melalui gawai masing-masing. Hal ini dilakukan agar buku tidak hanya tersebar melalui perpustakaan-perpustakaan saja, tetapi juga mengikuti perkembangan teknologi di mana dunia maya mulai mengambil alih.

(Hasil terjemahan setiap kelompok dibicarakan bersama untuk melihat opini lain)

(para peserta mendapatkan sertifikat partisipasi workshop)

(Seluruh peserta dan fasilitator melakukan foto bersama)