From the Fields

“Ini nggak dijual, Bu.”

  • Article 3

Posted on: 10 Mon 2018 | Author: Moemoe Rizal - Literacy Development Program

(Menjelaskan kepada pengunjung bahwa buku-buku dalam booth ini tidak dijual)

Kalimat yang tercetak di judul menjadi kalimat pamungkas saya selama Indonesia International Book Fair (IIBF) di Jakarta Convention Center, Senayan pada 12-16 September 2018. Mengapa disebut pamungkas? Karena saya pasti menyebutkannya setiap hari, setidaknya kepada sepuluh orang berbeda. 


(Pengunjung mendatangi booth Room to Read dengan harapan dapat membeli buku-buku yang dipajang)

“Buku-buku ini hasil pengembangan workshop Room to Read dengan menyeleksi penulis dan ilustrator lokal, bekerja sama dengan editor dan desainer dari penerbit-penerbit Indonesia, menjalani mentoring dan revisi selama satu tahun, hingga akhirnya terlahir buku-buku ini. Kemudian, buku-buku ini akan didistribusikan gratis ke perpustakaan sekolah dasar di Indonesia. Sehingga, buku-buku ini nggak dijual.” Itulah yang kira-kira saya katakan kepada para pengunjung booth Room to Read di IIBF. Banyak dari pengunjung kecewa saat mengetahui buku-buku terbaru Cycle II belum dijual, banyak yang menyayangkan mengapa mereka harus menghubungi masing-masing penerbit untuk membelinya.


(Di booth Room to Read, orangtua dapat memanfaatkan semua buku untuk membaca bersama anak-anak mereka)

 
(Di booth Room to Read, orangtua dapat memanfaatkan semua buku untuk membaca bersama anak-anak mereka)

Lalu mengapa kami perlu ada di IIBF 2018? Karena kami juga melakukan launching buku-buku Room to Read Phase II Cycle II pada Sabtu 15 September 2018 di Plenary Hall, JCC. Dua puluh judul yang dikembangkan bersama empat penerbit, Yayasan Literasi Anak Indonesia, Bhuana Ilmu Populer, Pelangi Mizan, dan Puspa Swara, sedang dicetak sebanyak 8.000 eksemplar per judul atau dengan total 160.000 eksemplar.  


(Berfoto bersama ProVisi Education, mitra penerbit, penulis, dan ilustrator yang hadir dalam launching)


(Peluncuran buku dibawakan oleh Chatarina Trihastuti dari ProVisi Education)

Launching buku dilaksanakan dengan sukses pada pukul 15.30, dengan menghadirkan Kak Aio sebagai pendongeng dan dua puluh siswa SDN Palmerah III Jakarta. Acara dimulai dengan sambutan dari Saifullah, sebagai perwakilan dari ProVisi Education, Operational Partner Room to Read di Indonesia. Kemudian perwakilan penerbit maju ke atas panggung untuk membacakan blurb setiap buku yang diluncurkan. Dan, kegiatan tersebut ditutup oleh sesi dongeng yang meriah oleh Kak Aio yang dengan kerennya membacakan buku Teman Sejati dari YLAI. Dengan adanya proses launching tersebut, buku-buku cycle II secara resmi siap didistribusikan secara cuma-cuma.


(Perwakilan penerbit membacakan blurb setiap buku)


(Kak Aio mendongengkan buku Teman Sejati)

Lalu, mengapa cuma-cuma? Misi kami, di Room to Read, sederhana: kami ingin meningkatkan literasi anak-anak Indonesia. Kami ingin anak-anak mencintai membaca. Kami ingin anak-anak di seluruh Indonesia dapat menjangkau buku-buku cerita anak berkualitas dengan mudah. Kami ingin minat baca anak-anak terus ditingkatkan dengan banyaknya judul buku yang mereka baca per tahunnya. Kami juga mengembangkan perpustakaan ramah anak di 154 sekolah dasar di 6 kota berbeda untuk mendukung usaha kami memfasilitasi literasi semudah mungkin.


(Murid-murid SDN Palmerah III mengerubungi booth Room to Read karena buku-buku yang ditampilkan menarik minat mereka)


(Murid-murid SDN Palmerah III mengerubungi booth Room to Read karena buku-buku yang ditampilkan menarik minat mereka)

Jadi, saya tak akan lelah untuk mengatakan, “Ini nggak dijual, Bu.” Karena kami punya misi yang besar untuk anak-anak Indonesia. Namun jangan khawatir, ini nggak dijual “sekarang” di IIBF. Karena setelah launching buku-buku tersebut, penerbit secara resmi memiliki hak untuk menerbitkan buku-buku Room to Read hasil pengembangannya kepada publik.


(Anak-anak menikmati sesi dongeng bersama Kak Aio)


(Booth Room to Read selama IIBF berlangsung)


(Tim literasi dari ProVisi Education yang membantu mewujudkan semua misi-misi Room to Read)

Share this post

ProVisi Education

ProVisi Education is an education quality improvement consultant and implementing partner for organizations and companies in education development programs. We support corporate social responsibility programs, non-governmental organizations, education authorities, and schools by designing and implementing…
Read More