From the Fields

Awal Segar yang Baru, Siklus Dua dan Tiga Siap Menderu

  • Article 3

Posted on: 10 Fri 2017 | Author: Moemoe Rizal & Chatarina Trihastuti

Proyek penerbitan bahan bacaan anak berkualitas memasuki babak baru. Setelah sukses meluncurkan 20 judul buku cerita anak pada Mei 2017 di National Library Singapore, Singapura, ProVisi Education, Room to Read, dan mitra penerbit sudah bersiap menerbitkan 40 judul buku baru dalam periode 2017-2019. Bersamaan dengan proses pencetakan buku-buku dari Fase II Siklus I, Workshop Pengembangan Buku Anak pun digelar. 


[Para peserta melakukan warm up game sebelum acara dimulai]

[Para peserta melakukan warm up game sebelum acara dimulai]

Sebanyak enam mitra penerbit dan dua mitra lembaga swadaya masyarakat berkumpul di SanGria Resort and Spa, Kabupaten Bandung Barat pada 17-19 Juli 2017. Kedelapan organisasi tersebut akan berkecimpung dalam penerbitan buku anak Fase II, yang terbagi ke dalam dua siklus lanjutan. Siklus II (2017-2018) terdiri dari YLAI, Pelangi Mizan, BIP, dan Puspaswara. Dan Siklus III (2018-2019) terdiri dari Litara, Kanisius, Bestari, dan Noura Publishing.

Selain delapan organisasi mitra tersebut, Workshop Pengembangan Buku Anak juga dihadiri oleh perwakilan IKAPI, Puskurbuk, dan Save the Chidren yang juga memiliki kaitan dengan buku anak di Indonesia.   


[Penerbit BIP, Save the Children]

[Penerbit Bestari, IKAPI merumuskan ekspektasi dan kontribusi untuk proyek Room to Read Indonesia Fase II Siklus II dan III]

Masing-masing mitra penerbit mengirimkan manager tim, editor, dan desainer untuk mengikuti Workshop Pengembangan Buku Anak. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan pengenalan mengenai proyek Room to Read, terlebih bagi mitra penerbit yang baru saja bergabung. Grace Mailuhu dan Farika Pandji, dari YLAI, menyampaikan materi tentang penjenjangan buku dan target sasaran pada sesi berikutnya.


[Pemberian materi tentang penjenjangan buku dan target sasaran]

 

Hari pertama diakhiri dengan pemberian materi dari Eva Nukman, Litara, mengenai pengembangan naskah. Tiga buku dijadikan studi kasus pengembangan naskah Fase II Siklus I, yaitu: Titu dan Tuti (Kanisius), Di Mana Adik? (YLAI), dan Sirama-rama (Litara).

Workshop hari kedua diawali dengan penjelasan mengenai folklore dari Alfredo Santos, Manager QRM Southeast Asia dari Room to Read. Tiga studi kasus juga dijadikan contoh dalam sesi cerita rakyat, di antaranya: Sahabat Kecil Putri Pandan Berduri (Bestari), Senggutru dan Raksasa (Kanisius), dan I Belog (Kanisius). Kegiatan pada hari kedua akhirnya ditutup dengan materi pengembangan ilustrasi dari Riama Maslan, fasilitator Workshop Ilustrator.


[Materi tentang adaptasi cerita rakyat dari Alfredo Santos]

Pada hari terakhir rangkaian Workshop Pengembangan Buku Anak, para peserta diminta menuliskan tema dan topik tidak lazim yang dapat digunakan sebagai referensi dalam workshop berikutnya (Workshop Penulis Siklus II). Acara dilanjutkan dengan materi warna dan sampul buku cerita anak dari Gina, fasilitator Ilustrator Workshop. Studi kasus pun dipresentasikan melalui buku-buku berjudul I Belog (Kanisius), Ketika Paman Kala Diam (YLAI), dan Kring-Kring (Litara). Desain parameter pun dipresentasikan oleh Eveyn Ghozali (Litara) untuk memberikan standar penerbitan buku cerita anak yang bisa disepakati bersama.


[Pemberian materi dari Gina, fasilitator Ilustrator Workshop]


[peserta melakukan role play sebagai penulis yang merevisi naskahnya]

 

Workshop Pengembangan Buku Anak ditutup pada 19 Juli 2017 setelah pemutaran video dan penjelasan tentang Field Testing dari Chatarina Trihastuti, ProVisi Education disampaikan, serta Peran dan Tanggung Jawab masing-masing pihak yang terlibat dalam proyek penerbitan buku cerita anak disepakati, pun dengan timeline proyek.

Semoga Workshop Pengembangan Buku Anak bertajuk Scaling Quality Learning for Children: Developing a Habit of Reading with Partners in Indonesia ini dapat memulai perjalanan istimewa menuju hasil karya berkualitas yang dapat bermanfaat bagi anak-anak di Indonesia.


[Seluruh peserta berfoto bersama pada akhir acara]

 
Share this post

ProVisi Education

ProVisi Education is an education quality improvement consultant and implementing partner for organizations and companies in education development programs. We support corporate social responsibility programs, non-governmental organizations, education authorities, and schools by designing and implementing…
Read More